PEKANBARU — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru St. Albertus Magnus bersama Caritas Kevikepan Riau, Pemuda Katolik dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) melaksanakan aksi sosial pembagian masker kepada masyarakat di Kota Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kembali menjadi persoalan serius di Provinsi Riau.
Sebanyak 3.200 masker dibagikan kepada masyarakat di empat titik lampu merah di Kota Pekanbaru, yaitu:
1. Simpang Empat Lampu Merah Soebrantas;
2. Simpang Empat Lampu Merah SKA;
3. Simpang Empat Lampu Merah Ahmad Yani; dan
4. Lampu Merah di depan Kantor Gubernur Riau.
Aksi pembagian masker ini menyasar para pengguna jalan, pengendara sepeda motor, pejalan kaki, pedagang, serta masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi pembagian.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Pekanbaru, Benedik Bonaventura Tarigan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran organisasi dan kelompok masyarakat dalam merespons persoalan kabut asap yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
«“Pembagian masker ini memang merupakan langkah kecil, tetapi kami berharap dapat membantu masyarakat dalam melindungi diri dari dampak buruk kabut asap. Kami juga ingin menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan kebakaran hutan serta lahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi persoalan bersama yang harus kita hadapi secara gotong royong,” ujarnya.»
Benedik juga menegaskan bahwa aksi sosial tersebut tidak boleh mengalihkan perhatian dari akar persoalan karhutla. Menurutnya, pemerintah dan aparat penegak hukum harus tetap serius melakukan pencegahan, penanggulangan, serta penindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan.
«“Masyarakat jangan terus-menerus menjadi korban kabut asap. Pembagian masker adalah bentuk respons kemanusiaan, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah serta para pelaku ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.»
PMKRI Cabang Pekanbaru bersama Caritas Kevikepan Riau, Pemuda Katolik dan WKRI berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Melalui aksi kolaborasi ini, keempat organisasi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker ketika berada di area yang terdampak kabut asap.
PMKRI Cabang Pekanbaru bersama Caritas Kevikepan Riau, Pemuda Katolik dan WKRI menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergotong royong bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan dan lingkungan di Provinsi Riau.
