Tingginya volume kendaraan pada jam berangkat dan pulang sekolah membuat arus lalu lintas di salah satu persimpangan jalan kabupaten yang menjadi akses utama menuju sejumlah sekolah di wilayah Tapung menjadi perhatian para orang tua siswa.TAPUNG, KAMPAR, RIAU, Rabu 26 Agustus 2026

Persimpangan yang dimaksud berada di Jalan Lintas menuju Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Lokasi tersebut menjadi jalur yang cukup ramai karena dilalui pelajar dan masyarakat yang beraktivitas setiap hari.
Sejumlah sekolah yang berada di kawasan dan akses tersebut antara lain SMAN 3 Tapung, SMK Negeri 1 Tapung, UPT SD Negeri 024 Petapahan Jaya, serta UPT SMP Negeri 2 Tapung Hulu.
Kondisi lalu lintas dinilai semakin padat terutama pada pagi hari ketika para siswa berangkat menuju sekolah dan pada siang hingga sore hari saat jam pulang sekolah. Padatnya kendaraan diperparah dengan masih minimnya fasilitas keselamatan lalu lintas di sekitar persimpangan.
Di lokasi tersebut, belum tersedia fasilitas penyeberangan seperti zebra cross maupun fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Selain itu, rambu-rambu peringatan bagi pengendara juga dinilai masih kurang. Kondisi kendaraan yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya terhadap pelajar yang harus menyeberangi jalan.
Kemacetan juga kerap terjadi ketika aktivitas siswa mulai berlangsung. Pelajar yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan harus berbagi ruang dengan kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang melintas di jalur tersebut.
Situasi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua siswa. Mereka berharap pemerintah daerah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban jiwa baru kemudian mengambil tindakan.
Para orang tua murid meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar bersama instansi terkait segera melakukan survei dan pengawasan langsung terhadap kondisi lalu lintas di lokasi tersebut, terutama pada jam sibuk sekolah.
Selain pengawasan, mereka juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pemasangan sejumlah fasilitas keselamatan jalan, di antaranya:
– Marka Zona Selamat Sekolah (ZoSS).
– Zebra cross untuk membantu siswa menyeberang.
– Rambu peringatan kawasan sekolah.
– Pita penggaduh (rumble strip) untuk membantu mengurangi kecepatan kendaraan.
– Pengaturan lalu lintas pada jam masuk dan pulang sekolah jika memang diperlukan.
“Kami sebagai orang tua murid sangat berharap pemerintah dan instansi terkait bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai menunggu ada korban terlebih dahulu baru dilakukan pembenahan,” demikian harapan yang disampaikan para orang tua siswa.
Menurut mereka, keselamatan anak-anak sekolah harus menjadi perhatian bersama. Keberadaan fasilitas keselamatan jalan dinilai penting untuk memberikan perlindungan bagi pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran pengendara agar lebih berhati-hati ketika melintas di kawasan sekolah.
Para orang tua juga berharap adanya koordinasi antara Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, pihak sekolah, serta instansi terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan kepadatan lalu lintas tersebut.
Mereka menilai langkah cepat berupa survei, pemasangan rambu dan marka jalan, serta pengawasan pada jam rawan dapat menjadi upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan pendidikan.
Keselamatan siswa bukan sekadar persoalan lalu lintas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah diharapkan dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi persimpangan tersebut sebelum muncul kejadian yang tidak diinginkan.
(Redaksi PII)
