Kampar, Riau | Sabtu, 30 Mei 2026
Seorang konsumen pembiayaan sepeda motor Honda BeAT Street berinisial AS mengaku kecewa terhadap penjelasan yang diterimanya saat meminta rincian pembayaran kredit di kantor PT Summit Oto Finance.
Kepada awak media PejuangInformasiIndonesia.com, AS menjelaskan bahwa dirinya mengambil kredit sepeda motor Honda BeAT Street dengan tenor 24 bulan. Hingga saat ini, ia mengaku telah menjalani pembayaran selama 19 bulan dan selalu membayar angsuran melalui layanan perbankan atau BRILink terdekat, tanpa pernah datang langsung ke kantor perusahaan pembiayaan tersebut.
Menurut AS, nilai angsuran yang tercantum dalam perjanjian adalah sebesar Rp1.260.000 per bulan dengan tanggal jatuh tempo setiap tanggal 24. Namun saat melakukan pembayaran, dirinya melihat nominal yang harus dibayarkan melalui sistem mencapai Rp1.266.660.
“Saya lihat di struk pembayaran jumlah yang harus dibayar Rp1.266.660. Selain itu masih ada biaya admin BRILink sekitar Rp5.000. Jadi total yang saya keluarkan mencapai Rp1.271.660,” ujar AS.
Karena merasa ada perbedaan nominal, AS kemudian mendatangi kantor PT Summit Oto Finance untuk meminta rincian sisa angsuran serta cetakan histori pembayaran.
Saat memperoleh print out pembayaran, AS mengaku terkejut karena dalam catatan perusahaan pembiayaan tersebut nominal yang diterima hanya tercatat sebesar Rp1.260.000. Ia kemudian mempertanyakan selisih Rp6.660 yang muncul dalam transaksi pembayaran yang dilakukannya.
“Saya mempertanyakan ke mana selisih Rp6.660 tersebut. Karena saya melihat sendiri nominal pembayaran yang muncul di sistem adalah Rp1.266.660, sementara pihak OTO menjelaskan yang diterima hanya Rp1.260.000,” ungkapnya.
AS mengaku tidak puas dengan penjelasan yang diterimanya. Menurut pengakuannya, pihak perusahaan pembiayaan menyampaikan bahwa selisih tersebut merupakan biaya administrasi yang berkaitan dengan sistem perbankan.
Atas penjelasan tersebut, AS meminta adanya transparansi kepada konsumen mengenai rincian biaya yang dikenakan dalam setiap transaksi pembayaran angsuran kredit.
“Saya hanya ingin ada kejelasan. Kalau memang ada biaya administrasi atau biaya layanan, harus dijelaskan secara terbuka kepada konsumen agar tidak menimbulkan pertanyaan dan dugaan yang bermacam-macam,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut transparansi transaksi keuangan antara konsumen, perusahaan pembiayaan, dan layanan perbankan BRI. Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak PT Summit Oto Finance maupun pihak BRI untuk meminta klarifikasi resmi terkait perbedaan nominal pembayaran yang dipersoalkan oleh konsumen tersebut.
(Redaksi)
