BERASTAGI – Rangkaian prosesi pemakaman Ibunda tercinta, Adirina Zai, ibunda dari Nando Saputra Gulo, telah berjalan dengan lancar dan penuh khidmat pada Rabu (15/07/2026), di Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sebelumnya, almarhumah dinyatakan meninggal dunia pada Senin (13/07/2026) yang lalu. Upacara pemakaman kudus ini dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Pdt. Osiatulo Gulo dari Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Bernake.
Suasana duka sekaligus kebersamaan begitu terasa dengan hadirnya ratusan pelayat, kerabat, serta rekan kerja yang datang memberikan penghormatan terakhir. Selain jemaat setempat, acara ini juga dihadiri oleh para pendeta dan perwakilan dari beberapa denominasi gereja lainnya yang datang untuk memberikan penguatan rohani melalui doa bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di tengah masa sulit ini, keluarga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tak terhingga atas besarnya solidaritas yang mengalir. Pihak keluarga secara khusus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pdt. Osiatulo Gulo, seluruh pelayan altar GBT Bernake, serta semua pihak yang telah berkontribusi nyata, termasuk dalam penyediaan bantuan biaya akomodasi dan santunan yang sangat membantu kelancaran seluruh rangkaian acara.
“Kami sangat terharu dan berterima kasih atas pelayanan yang luar biasa dari GBT Bernake, khotbah penguatan dari Pdt. Osiatulo Gulo, serta kehadiran seluruh pelayat dan hamba Tuhan dari berbagai gereja. Solidaritas dan gotong royong ini menjadi kekuatan besar bagi Nando Saputra Gulo dan keluarga dalam menghadapi masa kedukaan ini,” ujar perwakilan keluarga.
Setelah ibadah pelepasan selesai dilaksanakan, jenazah almarhumah Adirina Zai kemudian diberangkatkan menuju tempat pemakaman dengan dikawal oleh pihak keluarga, kerabat, dan jemaat. Prosesi tabur bunga dan penutupan liang lahat menjadi momen penutup yang sarat akan haru, sekaligus mencerminkan kepasrahan iman dari seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
Semoga segala kebaikan, keikhlasan, serta ketulusan yang telah diberikan oleh semua pihak mendapat balasan berkat yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan atau kekhilafan almarhumah Adirina Zai semasa hidupnya.
