KAMPAR, RIAU — Kondisi Jalan Raya Petapahan–Bangkinang, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, kembali menjadi sorotan. Saat curah hujan meningkat, sejumlah lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Kondisi tersebut dinilai warga semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Lubang yang tertutup air berpotensi membuat pengendara kehilangan kendali, terlebih ketika kendaraan melaju dalam kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas.
Warga yang melintas mengaku prihatin melihat kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk. Mereka mempertanyakan perhatian dan kecepatan respons instansi terkait terhadap kerusakan jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
“Kalau hujan, lubang-lubang tidak kelihatan karena tertutup air. Pengendara bisa terjebak masuk lubang secara tiba-tiba. Ini sangat berbahaya, terutama bagi sepeda motor,” ujar warga yang melintas, sebagaimana disampaikan kepada awak media.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan langsung dan mengambil langkah perbaikan sebelum terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban.
Sorotan terhadap kondisi jalan ini juga muncul di tengah pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Berdasarkan keterangan resmi pemerintah, Prabowo masih menjabat sebagai Presiden RI pada September 2026.
Namun, persoalan kondisi Jalan Raya Petapahan–Bangkinang merupakan persoalan penanganan infrastruktur di daerah yang perlu mendapat perhatian dari instansi yang memiliki kewenangan terhadap ruas jalan tersebut. Karena itu, warga meminta agar pemerintah daerah maupun instansi terkait tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan serius baru mengambil tindakan.
“Jangan sampai lubang menunggu korban, baru jalan diperbaiki.”
Warga pun berharap ada kejelasan mengenai kapan ruas jalan tersebut akan diperbaiki secara permanen, bukan sekadar penanganan sementara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan titik-titik kerusakan Jalan Raya Petapahan–Bangkinang yang dikeluhkan warga.
(Red-Pii)
