KUA Sail Turun Bersinergi, MTQ Kelurahan Dipersiapkan Matang

PEKANBARU — Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan se-Kecamatan Sail mulai dimatangkan. Bukan sekadar agenda perlombaan, MTQ tahun 2026 diproyeksikan menjadi ruang memperkuat syiar Islam sekaligus membangun sinergi antarunsur pemerintahan dan masyarakat.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Camat Sail, Kota Pekanbaru. Rapat dipimpin langsung Camat Sail, Media Nova, S.Sos., M.Si., dan dihadiri para lurah se-Kecamatan Sail, perangkat kecamatan dan kelurahan serta sejumlah unsur terkait.

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sail turut mengambil bagian dalam koordinasi tersebut. KUA diwakili Buya Marwil Hikmi, S.Ag. dan Rahmad Alamsyah, SH.I., LL.M., selaku Penyuluh Agama Islam.

 

Dukungan terhadap pelaksanaan MTQ juga diperkuat dengan kehadiran unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sail, melalui Sekretaris MUI Kecamatan Sail Buya Yusnedi, M.Ag., serta unsur Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Sail.

 

Rapat tidak hanya membahas seremoni, tetapi diarahkan pada kesiapan teknis, pembagian peran, koordinasi antarinstansi hingga berbagai kebutuhan pelaksanaan MTQ di tingkat kelurahan. Kolaborasi pemerintah kecamatan, kelurahan, KUA, MUI, LPTQ dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

 

Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sail menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. MTQ diharapkan tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara, tetapi mampu menghadirkan semangat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

 

Dimulai 16 September

 

MTQ tingkat kelurahan se-Kecamatan Sail dijadwalkan mulai digelar pada Rabu, 16 September 2026, pukul 08.30 WIB, bertempat di Masjid Amal Jariyah, Jalan Diponegoro III.

 

Momentum tersebut diharapkan menjadi panggung bagi para generasi Qur’ani untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

 

Lebih jauh, MTQ diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat pembinaan keagamaan dan mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan koordinasi yang dilakukan sejak jauh-jauh hari, Kecamatan Sail menunjukkan bahwa keberhasilan MTQ bukan hanya tanggung jawab satu lembaga. Ketika pemerintah, ulama, penyuluh agama, LPTQ dan masyarakat bergerak bersama, MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan gerakan membangun generasi Qur’ani.

(Red-PII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *