Pedagang Pasar Murah Keluhkan Antrean DO Berminggu-minggu, Mitra RPK Koperasi APMIKIMMDO Pertanyakan Pelayanan Bulog Pekanbaru

PEKANBARU, RIAU – Sejumlah pedagang pasar murah yang tergabung dalam Koperasi Pemasaran Nasional APMIKIMMDO Bersatu mengeluhkan lambannya proses mendapatkan pasokan barang untuk penjualan. Mereka mengaku harus menunggu hingga berminggu-minggu untuk memperoleh Delivery Order (DO) dari Bulog.senin 28 September 2026

Keluhan tersebut mencuat setelah salah seorang anggota koperasi mempertanyakan keterlambatan jadwal pengiriman DO kepada pihak pekerja atau admin Kantor Bulog yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dhien No. 24, Tanah Datar, Pekanbaru Kota, Riau.

Dalam konfirmasi tersebut, anggota koperasi mempertanyakan kepastian pengiriman DO yang menurut jadwal setiap hari Senin harus disalurkan kepada RPK Koperasi APMIKIMMDO.

 

“Sudah dua minggu, apa kendalanya di kantor Bulog, Pak? Kan RPK Koperasi APMIKIMMDO setiap hari Senin jadwal DO-nya. Kok hari ini belum dikirim?” demikian pertanyaan anggota koperasi saat meminta penjelasan.

 

Menanggapi pertanyaan tersebut, salah seorang pekerja Bulog menyampaikan bahwa tidak ada kendala dalam proses penyaluran dan seluruhnya berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan melalui grup komunikasi.

 

“Tidak ada kendala, Pak. Semua sesuai jadwal grupnya. Mitra kami banyak dan harus terjadwal demi kepentingan bersama,” terang pekerja tersebut.

 

Namun, jawaban itu belum sepenuhnya menjawab kekecewaan para mitra yang mengaku harus menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk mendapatkan pasokan barang dagangan.

 

Salah seorang mitra Bulog RPK Riau menyampaikan kekecewaannya terhadap sistem pelayanan dan pengaturan antrean DO tersebut. Menurutnya, sebagai mitra yang membeli produk Bulog menggunakan uang sendiri, mereka berharap mendapatkan kepastian pelayanan dan jadwal pengiriman yang jelas.

 

“Sebagai mitra Bulog RPK Riau, saya sangat menyayangkan sistem aturan dari kantor Bulog. Kami ini bukan meminta jatah gratis, tetapi membeli produk dari Bulog menggunakan uang sendiri. Namun, mengapa harus menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu baru bisa mendapatkan barang untuk dijual?” ungkapnya dengan nada kecewa.

 

Ia berharap pihak Bulog dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme antrean, pembagian jadwal DO, serta kendala yang menyebabkan keterlambatan pasokan kepada mitra koperasi.

 

Pasalnya, keterlambatan pasokan bukan hanya menjadi persoalan administrasi, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas perdagangan para anggota RPK yang setiap hari berupaya melayani kebutuhan masyarakat melalui program pasar murah.

 

Mitra Pertanyakan Kepastian Pelayanan

 

Para mitra berharap adanya evaluasi terhadap sistem penjadwalan dan distribusi agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pedagang yang telah terdaftar sebagai mitra.

 

Hingga berita ini disusun, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak Bulog terkait keluhan antrean DO yang disampaikan anggota Koperasi APMIKIMMDO Bersatu, termasuk kepastian jadwal pengiriman dan mekanisme pelayanan bagi seluruh mitra RPK.

 

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Bulog maupun pengurus Koperasi APMIKIMMDO Bersatu demi menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai prinsip jurnalistik.

(PII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *