BGN Naikkan Status Keracunan MBG dari Kejadian Menonjol Menjadi Kejadian Fatal

JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. BGN meningkatkan status penanganan kasus keracunan dari kejadian menonjol menjadi kejadian fatal apabila dampaknya menyangkut keselamatan dan nyawa penerima manfaat.

 

Menurut Sudaryono, aspek kesehatan, keamanan, serta keselamatan anak-anak penerima manfaat merupakan hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

 

Ia menegaskan, anak-anak yang selama ini dirawat dan dijaga oleh keluarga harus mendapatkan makanan yang aman, layak, dan memenuhi standar kesehatan.

 

“Kesehatan, kondisi keamanan, dan nyawa seorang anak yang selama ini dirawat dan dijaga oleh anggota keluarganya itu penting,” tegas Sudaryono.

 

BGN, lanjutnya, menerapkan zero tolerance atau toleransi nol terhadap setiap kejadian keracunan yang berkaitan dengan program MBG. Sikap tersebut diambil karena persoalan makanan tidak hanya menyangkut kualitas layanan, tetapi dapat berdampak langsung terhadap kondisi kesehatan bahkan keselamatan penerima manfaat.

 

“Kami memberlakukan zero tolerance pada setiap status keracunan karena ini menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan para penerima manfaat,” tegasnya.

 

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap dugaan maupun kejadian keracunan dalam program MBG harus ditangani secara serius, cepat, dan menyeluruh. Evaluasi terhadap penyedia makanan, standar pengolahan, distribusi, hingga pengawasan keamanan pangan menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

 

BGN juga dituntut memastikan bahwa program MBG yang menyasar anak-anak benar-benar berjalan sesuai standar keamanan pangan. Sebab, keberhasilan program bukan hanya diukur dari tersalurkannya makanan bergizi, tetapi juga dari jaminan bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi dan tidak membahayakan penerima manfaat.

 

(Red-PII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *