Kampar, Riau – Suasana penuh suka cita dan kebersamaan menyelimuti Desa Bukit Kemuning SP.3, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Jumat (31 Juli 2026). Keluarga besar Bapak Lilik Susrianto dan Ibu Peni Murniati menggelar acara khitanan putra kedua mereka, M. Adzril Dzul Hanan, yang berlangsung meriah dengan dihadiri sanak saudara, tetangga, serta para sahabat dari berbagai daerah.

Sejak pagi, rumah keluarga menjadi pusat berkumpulnya para tamu yang datang silih berganti untuk memberikan doa, ucapan selamat, dan dukungan kepada M. Adzril Dzul Hanan. Kehadiran para tamu menciptakan suasana hangat yang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran prosesi khitanan. Lantunan doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi keberkahan bagi M. Adzril Dzul Hanan agar tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, berakhlak mulia, serta mampu membanggakan kedua orang tua, agama, bangsa, dan negara.



Kemeriahan semakin terasa dengan hiburan sederhana yang mengundang keceriaan anak-anak dan menciptakan suasana penuh keakraban. Tawa, canda, dan kebersamaan menjadi warna tersendiri dalam perayaan tersebut, menjadikan momen khitanan bukan sekadar tradisi, tetapi juga peristiwa yang mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.


“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa dari seluruh keluarga, kerabat, serta masyarakat. Semoga doa yang diberikan menjadi penyemangat dan keberkahan bagi Adzril dalam menjalani masa depannya,” ungkapnya.
Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan hingga selesai. Perayaan khitanan M. Adzril Dzul Hanan menjadi bukti bahwa tradisi yang dipadukan dengan nilai kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan yang tak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat Desa Bukit Kemuning SP.3.
Momen istimewa ini pun akan menjadi kenangan indah yang terus dikenang, sekaligus memperkuat nilai gotong royong, silaturahmi, dan persaudaraan yang telah lama menjadi ciri khas kehidupan masyarakat di pedesaan.
(Redaksi-PII)

