Kampar, Riau – Dugaan pembobolan kayu hutan alam di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, kian menguat. Aktivitas penebangan liar disebut-sebut melibatkan alat berat merek Sumitomo yang diduga digunakan untuk merobohkan pohon-pohon berdiameter besar di dalam kawasan hutan tersebut.
Dokumentasi Asli yang di ambil secara langsung oleh Tim di lokasi kawasan hutan tersebut:
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah kayu alam di area HPT telah tumbang dan sebagian diduga sudah dikeluarkan dari lokasi. Sorotan publik pun mengarah kepada aparat penegakan hukum kehutanan, khususnya Gakkum Kehutanan Seksi II Pekanbaru, yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas di lapangan.

Tim media pejuanginformasiindonesia.com bersama sejumlah aktivis anti-korupsi menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap kawasan hutan produksi terbatas yang semestinya dijaga ketat dari praktik illegal logging maupun perambahan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Sorotan juga tertuju kepada Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan RI agar memperkuat pengawasan serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa tebang pilih. Kerusakan hutan alam dinilai berdampak langsung pada keseimbangan ekosistem, termasuk ancaman terhadap banjir longsor gempa bumi,habitat satwa liar yang semakin terdesak.
Riau sendiri dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kawasan hutan tropis yang luas. Namun, praktik pembalakan liar masih menjadi ancaman serius. Masyarakat berharap perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, untuk turun langsung meninjau kondisi hutan di daerah rawan perambahan.
“Kalau hutan alam terus dibabat, bukan hanya kayu yang hilang, tapi juga ekosistem, satwa, dan masa depan generasi mendatang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kronologi Respons Gakkum Pada Minggu, 1 Maret, seorang petugas yang memperkenalkan diri bernama Elsi dari Gakkum Kehutanan Seksi II Pekanbaru menghubungi warga melalui WhatsApp.


“Assalamualaikum pak, saya Elsi dari Gakkum Kehutanan Seksi II Pekanbaru. Terima kasih atas informasinya. Kami berencana turun ke lokasi Senin untuk memastikan titik yang dimaksud. Mohon bisa mendampingi dan menunjukkan lokasi persisnya,” tulisnya.
Warga menyatakan siap mendampingi dan menunggu kedatangan tim,Keesokan harinya, 2 Maret, tim Gakkum Kehutanan Seksi II Pekanbaru menuju lokasi dengan melintasi pos penjagaan perusahaan di wilayah operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper, tepatnya di jalur Ampang-Ampang kilometer 52 dari Desa Segati menuju Desa Mentulik. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa akses masuk ke areal tersebut dijaga ketat dan pengunjung diwajibkan meninggalkan KTP asli sebelum memasuki kawasan.

Setibanya di lokasi yang diduga menjadi titik penumbangan kayu alam di tengah tengah PT.Riau Andalan Pulp and Paper, alat berat merek Sumitomo sedang beroperasi. Namun menurut keterangan sumber di lapangan, tim Gakkum hanya melakukan pengecekan visual tanpa tindakan penghentian aktivitas?
Tak lama berselang, tim disebut meninggalkan lokasi.Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan aktivis. Tim media pejuanginformasiindonesia.com bersama sejumlah pemerhati hukum dan anti-korupsi menyatakan kekecewaan atas respons yang dinilai belum maksimal.
Desakan Tindakan Tegas,Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Gakkum Kehutanan Seksi II Pekanbaru terkait hasil pengecekan di lokasi maupun dugaan aktivitas perusakan ekosistem tersebut.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti merusak kawasan HPT Desa Mentulik.
Publik kini menunggu, apakah dugaan pembobolan kayu alam ini akan diusut tuntas, atau justru kembali menjadi catatan panjang persoalan penegakan hukum kehutanan di Bumi Lancang Kuning.
(Tim Redaksi | PejuangInformasiIndonesia.com)Berani Bongkar Fakta, Suarakan Kebenaran!
