Diduga Oknum TNI dan Wartawan Lakukan Intimidasi, Paksa Hapus Berita Dugaan Mafia BBM Ilegal di Kulim

Pekanbaru – Seorang wartawan media Berita Merdeka online di Pekanbaru mengaku mengalami intimidasi dan tekanan dari seorang oknum yang mengaku anggota TNI serta seorang pria yang menggunakan atribut organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di profil WhatsApp-nya dan mengaku sebagai wartawan.

 

Peristiwa tersebut terjadi setelah korban mempublikasikan pemberitaan terkait dugaan praktik mafia BBM ilegal milik oknum TNI yang informasi selalu wakil Komandan pemilik gudang BBM ilegal tersebut di wilayah Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.

 

Korban menyebut, oknum tersebut meminta dirinya untuk menghapus berita yang telah tayang di media miliknya. Tidak hanya itu, korban juga mengaku difitnah telah menerima sejumlah uang dari pihak yang diberitakan.

 

“Saya tidak terima dituduh menerima uang. Itu fitnah. Sejak kapan saya menerima uang? Ini jelas mencemarkan nama baik saya sebagai wartawan,” tegas korban kepada awak media.

 

Awal Mula,para oknum TNI mengaku sebagai ongota intelijen kopasus tersebut Meminta saya menunjukkan Lokasi Dugaan Gudang Ilegal

Menurut keterangan korban, peristiwa bermula pada malam hari akhir pekan lalu, saat dirinya diminta oleh oknum tersebut untuk menunjukkan lokasi gudang rokok ilegal di wilayah Kubang Raya.

 

Oknum yang mengaku sebagai anggota Kopassus tersebut juga menyampaikan bahwa apabila benar ada keterlibatan oknum TNI dalam praktik ilegal, maka hal tersebut “mudah untuk ditindak”.

 

Karena merasa permintaan tersebut bagian dari upaya penelusuran informasi, korban akhirnya bersedia mendampingi dan menunjukkan beberapa lokasi yang diminta.

Berlanjut ke Dugaan Gudang BBM Ilegal di Kulim

Selanjutnya, korban juga diminta menunjukkan lokasi gudang BBM ilegal yang diduga berada di wilayah Kecamatan Kulim, tepatnya di kawasan seberang kantor camat Tenayan Raya kulim.

 

Selain itu, oknum tersebut juga meminta ditunjukkan beberapa lokasi lain yang diduga terkait aktivitas ilegal,diduga gudang rokok ilegal termasuk di Jalan Bupati dan lokasi yang disebut milik seseorang bernama inisial PM, tidak hanya itu oknum juga meminta tunjukkan gudang milik Inisial FG di depan stadion utama meskipun sudah di bilang tempat tersebut tutup.

 

Meski korban telah menjelaskan bahwa beberapa lokasi sudah tidak beroperasi, oknum berinisial R tetap memaksa agar lokasi tersebut tetap ditunjukkan.

 

Merasa Dimanfaatkan dan Tidak Dihargai

Korban mengungkapkan bahwa dirinya telah beritikad baik dengan mendampingi oknum tersebut selama satu hari penuh menggunakan kendaraan pribadi.

 

Namun, ia mengaku tidak mendapatkan perlakuan yang layak, bahkan biaya operasional seperti bahan bakar kendaraan tidak diganti.

 

“Saya dampingi seharian, pakai mobil saya sendiri, minyak habis. Tapi tidak ada itikad baik, bahkan ucapan terima kasih pun tidak ada,” ungkapnya.

 

Diduga Ada Upaya Intimidasi dan Penggiringan Opini

Setelah pemberitaan terkait dugaan mafia BBM ilegal diterbitkan, korban justru mendapat tekanan untuk menghapus berita tersebut.

 

Ia juga mengaku dituduh menerima uang dari pihak yang diberitakan, yang menurutnya merupakan bentuk fitnah dan upaya menjatuhkan kredibilitasnya sebagai jurnalis.

 

Tindakan yang dilakukan oleh oknum wartawan inisial JS tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers serta upaya menghalangi kerja jurnalistik.

 

Minta Aparat Bertindak Tegas

Atas kejadian ini, korban berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan intimidasi, fitnah, serta keterlibatan oknum dalam praktik ilegal yang dilakukan oleh para oknum TNI dan oknum wartawan JS tersebut.

 

Korban AI, Ia juga meminta organisasi pers, termasuk PWI, untuk menindak tegas jika benar ada pihak yang mencatut nama organisasi demi kepentingan pribadi.

 

“Saya minta ini diusut tuntas. Jangan sampai ada oknum yang mengaku wartawan tapi justru merusak marwah pers,” tutupnya.

 

CW. 01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *