Pekanbaru — Aktivitas dugaan bisnis bahan bakar minyak (BBM) ilegal di wilayah Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, kembali menjadi sorotan publik. Sebuah gudang yang berada di seberang Kantor Camat Tenayan Raya diduga masih beroperasi, meskipun aparat penegak hukum tengah gencar melakukan penindakan terhadap praktik serupa di berbagai daerah.
(10 /4/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, gudang tersebut diduga milik seorang pria berinisial A alias B. Aktivitas di lokasi itu disebut-sebut tetap berjalan seperti biasa, bahkan ketika pelaku usaha BBM ilegal lain memilih menghentikan sementara operasinya.
Sejumlah narasumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam membekingi aktivitas tersebut.
“Mereka tetap berani beroperasi. Padahal yang lain sudah tiarap. Diduga ada yang membekingi,” ujar salah satu sumber kepada wartawan.
Lebih lanjut, muncul dugaan bahwa oknum yang disebut-sebut terlibat memiliki latar belakang institusi militer. Namun demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi yang dapat menguatkan klaim tersebut.
Di sisi lain, beberapa hari sebelumnya, pimpinan tertinggi institusi keamanan negara telah menyampaikan komitmen tegas untuk memberantas praktik ilegal, termasuk penyalahgunaan BBM. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama antara pimpinan Polri dan TNI sebagai bentuk sinergitas dalam penegakan hukum.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan dugaan aktivitas ilegal tersebut masih berlangsung. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait konsistensi penegakan hukum di daerah.
Warga sekitar berharap aparat kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polsek Tenayan Raya dan Polda Riau, dapat segera melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional.
“Kalau memang ilegal, harus ditindak. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait seperti kepolisian setempat maupun institusi TNI belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan klarifikasi dan memastikan kebenaran informasi tersebut.
Tim : Investasi Brantas Oknum Nakal
