BANJIR BANDANG REDA, HUTAN KAMPAR TERANCAM: PUBLIK SOROTI KOMITMEN PENJAGAAN HUTAN

Kampar, Riau – Sabtu, 28 Februari 2026 | 09.12 WIB.Pasca banjir bandang yang mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia, sorotan publik kini mengarah ke kondisi hutan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ribuan hektare kawasan hutan yang dikenal sebagai “paru-paru bumi” di Tanah Lancang Kuning dilaporkan mengalami tekanan akibat dugaan aktivitas ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pantauan masyarakat di sekitar Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, tepatnya di koordinat sekitar Jalan Pangkalan Kerinci – Teluk Kuantan, menunjukkan adanya perubahan signifikan pada tutupan hutan yang sebelumnya masih relatif utuh. Kawasan tersebut berada dekat wilayah hutan produksi terbatas (HPT) dan penyangga cagar alam yang memiliki fungsi ekologis vital untuk mencegah banjir, longsor, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat dampak banjir bandang dan potensi bencana lanjutan seperti longsor dan kerusakan habitat satwa liar endemik Sumatera. Flora dan fauna yang selama ini menggantungkan hidup pada ekosistem hutan Kampar kini berada dalam ancaman.

Komitmen Pemerintah Jadi Sorotan Publik kembali menyoroti komitmen aparat penegak hukum, khususnya peran Listyo Sigit Prabowo, dalam menjaga kawasan hutan dari kejahatan kehutanan. Sebelumnya, Kapolri telah bertemu dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Mabes Polri pada 4 November 2024.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengamanan hutan Indonesia dari segala bentuk kerusakan. Dalam siaran pers resmi Nomor: SP.282/HUMAS/PPIP/HMS.3/11/2024, disampaikan komitmen bersama antara Kementerian Kehutanan dan Polri untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan kehutanan.

Kapolri dalam kesempatan itu menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh langkah Kementerian Kehutanan, khususnya dalam penindakan pelaku pembalakan liar dan perusakan kawasan hutan.

Antara Komitmen dan Realita Lapangan Namun, kondisi di lapangan di wilayah Kampar memunculkan pertanyaan publik: sejauh mana implementasi komitmen tersebut berjalan efektif?

Masyarakat Kampar mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pernyataan di media atau siaran pers, melainkan menghadirkan tindakan konkret dan transparan. Warga meminta investigasi menyeluruh terhadap dugaan aktivitas ilegal di kawasan hutan, serta penindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku yang terbukti merusak lingkungan.

 

“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar wacana di televisi atau media sosial,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat!

Ancaman Ekologis Global.Kerusakan hutan di Riau bukan sekadar isu lokal. Hutan tropis Sumatera memiliki peran penting dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan iklim global. Jika perambahan terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kampar, tetapi juga berpotensi memperburuk krisis iklim dunia.

Para pemerhati lingkungan menilai bahwa momentum pasca-bencana seharusnya menjadi titik balik untuk memperkuat pengawasan, memperketat izin pengelolaan lahan, serta memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kini, mata publik tertuju pada langkah nyata aparat penegak hukum dan pemerintah pusat. Apakah komitmen menjaga hutan akan benar-benar diwujudkan di lapangan? Ataukah hutan Kampar kembali menjadi korban kepentingan segelintir pihak?

Masyarakat menunggu jawaban dalam bentuk aksi, bukan sekadar janji.

(Tim.Redaksi|PejuangInformasiIndonesia.com)Berani Bongkar Fakta, Suarakan Kebenaran!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *