Mamberamo Tengah, Papua – Semangat gotong royong kembali hidup di pedalaman Papua. Personel TNI dari Satgas Yonif 521/DY bersama warga Distrik Eragayam bahu-membahu membangun jembatan darurat tradisional sebagai solusi cepat atas terputusnya akses jalan akibat bencana longsor.

Putusnya jalur penghubung di titik pertengahan antara Distrik Kelila dan Distrik Eragayam terjadi akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi alam yang ekstrem menyebabkan tanah longsor kerap terjadi, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total dan roda perekonomian warga desa terpencil terhenti.

Menanggapi kondisi tersebut, Satgas Yonif 521/DY bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, personel TNI bersama masyarakat setempat memanfaatkan material alam seperti kayu dan tali tradisional untuk membangun jembatan darurat agar bisa segera dilalui pejalan kaki dan kendaraan ringan.
Pemandangan kebersamaan pun tampak jelas. Prajurit TNI dan warga saling bahu-membahu, mengangkat kayu, mengikat rangka jembatan, hingga memastikan konstruksi cukup aman untuk dilalui. Tak hanya menjadi jalur penghubung, jembatan ini juga menjadi simbol persatuan dan kepedulian di tengah keterbatasan.
“Ini adalah bentuk respon cepat dan kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Kami ingin memastikan warga bisa kembali beraktivitas, anak-anak bisa ke sekolah, dan distribusi kebutuhan pokok kembali berjalan,” ungkap salah satu personel Satgas di lokasi.
Warga setempat pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran TNI yang selalu sigap membantu, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sembari menunggu perbaikan infrastruktur permanen dari pihak terkait. Di tengah tantangan alam Papua yang keras, kolaborasi TNI dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa gotong royong adalah kekuatan utama bangsa.
(Redaksi)
