Warga Pekanbaru Geruduk New KTV Pool & Cafe, Desak Penutupan Tempat Hiburan Malam di Jalan Sultan Syarif Qasim

PEKANBARU, RIAU — Ketegangan memuncak di Kota Pekanbaru, Senin (2/2/2026). Ratusan warga menggeruduk New KTV Pool & Cafe (Paragon) yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Qasim, menyuarakan penolakan keras terhadap keberadaan tempat yang diduga beroperasi sebagai hiburan malam karaoke.

Aksi demonstrasi berlangsung sejak sore hari. Massa tampak memadati badan jalan sambil melantunkan lagu-lagu islami, salah satunya “Salamulah Salamullah”, sebagai bentuk protes damai namun penuh tekanan moral. Warga menilai aktivitas Paragon telah meresahkan dan bertentangan dengan nilai-nilai sosial serta keagamaan masyarakat setempat.

Dalam orasinya, Ketua Protokol aksi secara terbuka menyampaikan peringatan kepada pihak pengelola Paragon. Ia menegaskan bahwa apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat penolakan warga, maka pihak massa tidak ingin disalahkan.

“Kami minta Paragon ditutup. Jika masih beroperasi dan terjadi sesuatu, itu di luar tanggung jawab kami,” tegasnya di hadapan massa.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama yang hadir dalam aksi tersebut menyampaikan ultimatum moral. Ia menyatakan bahwa apabila Paragon tidak ditutup sebelum waktu Magrib, maka massa akan menggelar salat berjamaah di depan lokasi sebagai bentuk penegasan sikap penolakan.

Aksi ini juga mendapat sorotan luas di media sosial. Awak media menyoroti siaran langsung (live streaming) yang dilakukan oleh Kinanti Aisyah Putri (@User6335221589961), yang memperlihatkan secara langsung situasi di lapangan, termasuk tuntutan warga kepada pemerintah dan instansi terkait.

Dalam siaran tersebut, para pendemo secara tegas meminta Pemerintah Kota Pekanbaru, Satpol PP, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan menutup aktivitas Paragon yang diduga melanggar aturan dan izin operasional.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola New KTV Pool & Cafe maupun instansi berwenang. Situasi di lokasi sempat memanas, namun massa masih bertahan dengan pengawalan aparat.

Warga menegaskan akan terus mengawal tuntutan ini sampai ada keputusan tegas dari pemerintah.

“Pekanbaru bukan kota hiburan malam, ini kota bermarwah,” seru salah satu orator di tengah aksi.-(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *