PEKANBARU — Kasus dugaan Penganiayaan yang dialami korban Hilda Bernalenta Lase (HBL) pada tanggal 29 November 2025 sekitar Pukul 22.00 WIB, dan sudah melaporkannya ke Polsek Bukit Raya, Polresta Pekanbaru. Kini berbuntut panjang.
Terduga Pelaku diduga adalah, Yusman Gea alias Ama Noni yang sudah memiliki isteri dan anak, warga Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Sebagaimana berita viral di beberapa Media Siber, bahwa HB Lase awalnya janjian bersama Yusman dan bertemu di salah satu Warung Pece Lale di kubang, dekat Arhanud.
Dalam pertemuan mereka, HB Lase meminta tanggung jawab perhatian kepada Yusman terkait kebutuhan rumah tangga, karena sebelumnya mereka (Yusman-HB Lase) telah bersama-sama layaknya satu rumah tangga.
Namun, permintaan HB Lase diabaikan dan ditolak oleh Yusman Gea. Hal itu tidak diterima oleh HB L sehingga terjadi lah cek cok di antara keduanya.
Karena kesal, HBL sempat mengambil Kunci Motor Yusman dan pergi sebentar, lalu kembali sambil memegang Jirigen kecil berisi Pertalite.
HBL kembali meminta kepastian dari Yusman, namun Yusman tetap tidak mau memberi perhatian dan bentuk tanggung jawab lainnya di rumah tangga HBL.
Karena kecewa, HBL mengancam akan membakar Motor Yusman, cek cok pun semakin tidak terkendali. Yusman merebut kunci Motor, namun HBL bertahan tidak menyerahkannya.
Lalu Yusman memegang / mencekik Leher HBL hingga dua kali dan memukul tangan BHL hingga terasa lebam dan kesakitan, Yusman juga mendorong HBL hingga terjatuh.
Menurut keterangan HBL kepada Awak Media pada Kami, tanggal 11 Desember 2025, bahwa keterangan Yusman dalam Video yang didampingi Pengacara senior, Freddy Simanjuntak, MH, tidak semuanya benar.
Keterangan Yusman bahwa HP nya dirusak, itu tidak benar. HP Yusman terjatuh karena keduanya saling dorong. Kemudian, dalam Video itu, pertanyaan dari Wartawan terkait isteri kedua kepada Yusman, Yusman menjawab pertanyaan Wartawan bahwa itu tidak benar dan tidak tahu.
HBL mengatakan, Yusman berbohong besar dan melakukan pembohongan publik. Justeru awal kejadian dan atau faktor yang melatarbelakangi kejadian ini terungkap fakta-fakta kejadian.
Awal mulanya, HBL berencana membuka usaha kedai di daerah Pasir Putih. Kemudian dari mulut ke mulut, ada warga yang memberitahu ke HBL agar konsultasi ke Yusman Gea karena dia warga Pasir Putih dan mengetahui Wilayah Pasir Putih.
Kemudian keduanya saling kenal dan berlanjut komunikasi hingga melakukan pertemuan secara rutin. Saat itu, HBL tinggal di dekat SDN 17 dekat Lampu Merah Marpoyan-Pasir Putih. Kemudian, HBL pindah ke daerah Kubang – Kualu.
Selanjutnya, dalam suatu waktu, Yusman Gea mengajak HBL Ngopi malam di daerah Soekarno Hatta. Ternyata, bukan minum Kopi, melainkan tempat Karaoke dengan menu Minuman Keras (Miras) beralkohol dan ada juga Air mineral.
Kemudian keduanya meninggalkan lokasi Miras, pulang. Sampai di Simpang Jalan Kartama-Kaharudin Nasution, Yusman tidak mengantar HBL sesuai rute perjalanan arah ke rumah, justeru Yusman belok kiri menuju salah satu Penginapan di samping salah satu ALFAMART jalan Kaharudin Nasution.
“Sampai di Simpang Jalan Karta – Kaharuddin, bukannya dia membawa saya pulang sesuai arah jalan ke rumah, malah dia belok ke kiri. Dengan kondisi saya mabuk, saya tanya kenapa belok ke kiri, tolong antar saya ke rumah, tapi Yusman diam saja.
Ternyata Yusman membawa saya ke Penginapan dekat Alfamart, ia pesan Kamar ke Reception lalu membawa saya ke dalam Kamar. Saya tetap meminta Yusman membawa saya pulang, tetapi ia hanya tersenyum lalu meletakkan saya di atas Kasur.
Yusman menyetubuhi saya dalam kondisi sempoyongan mabuk, hingga pagi hari, kami yang sama-sama telanjang lalu bangun dan bersiap untuk pulang.
Yusman bilang sama saya, dek saya ini banyak kenal Preman, Tentara dan Polisi yang tinggi-tinggi Pangkatnya. Jadi kalau ada masalah, sama sekali saya tidak takut,” ungkap Wanita asal Hili Faosi, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias Induk.
Tidak lama setelah Yusman Gea me
