Penanganan Lambat, Warga Sekoci “Terendam” Kekecewaan: Banjir Setinggi Rumah Tak Disertai Bantuan, Instansi Terkait Disorot

Langkat, Sumatera Utara — Banjir bandang setinggi rumah yang menerjang Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Rabu 26.November 2025 sekitar pukul 09.00 WIB, menyisakan duka dan kekecewaan mendalam bagi warga. Hingga hari ini, bantuan dari instansi terkait dikabarkan belum juga menyentuh masyarakat, sementara kondisi warga masih serba kekurangan.

Tim PejuangInformasiIndonesia.com melakukan upaya konfirmasi langsung kepada salah satu warga terdampak. Ia mengungkapkan bahwa respons pemerintah dan instansi yang seharusnya turun menangani bencana dinilai sangat lambat dan tidak maksimal.

“Banjir sudah setinggi rumah sejak Rabu pagi, tapi tim SAR baru tiba Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Itu pun mereka datang tanpa membawa bantuan makanan, tanpa alat medis, tanpa peralatan evakuasi—hanya foto-foto saja, bukan menolong. Kami sangat kecewa,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

 

Menurut penjelasan warga tersebut, kedatangan tim yang seharusnya menjadi harapan justru menambah kekecewaan karena tidak ada tindakan konkret yang dilakukan.

 

“Kami ini bukan butuh liputan atau dokumentasi. Kami lapar, kami butuh pertolongan. Tidak ada bantuan sama sekali sampai sekarang,” tambahnya dengan nada kesal.

 

Kronologi Singkat Kejadian

Rabu, sekitar pukul 09.00 WIB: Banjir bandang besar menerjang Desa Sekoci, merendam rumah warga hingga atap.

 

Kamis, sekitar pukul 22.00 WIB: Tim SAR baru hadir di lokasi.

Namun, kedatangan tim tidak disertai bantuan logistik, evakuasi memadai, obat-obatan, ataupun makanan bagi warga.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai koordinasi, kesiapsiagaan, dan kesigapan instansi terkait dalam penanganan bencana.

 

Warga Masih Menunggu Bantuan

Hingga berita ini diterbitkan, warga Desa Sekoci mengaku belum menerima bantuan apapun, baik berupa makanan, selimut, tenda, air bersih, maupun kebutuhan dasar lainnya. Mereka berharap pemerintah daerah, BPBD, Dinsos, dan pihak terkait lainnya dapat bertindak cepat dan serius, bukan sekadar hadir untuk dokumentasi.

 

Warga juga meminta adanya perhatian khusus mengingat banjir kali ini termasuk yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, dengan kondisi rumah terendam total dan aktivitas masyarakat lumpuh sepenuhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *